ABSTRAK :
PT Teknik Utama yang bergerak pada bidang pengecoran logam
khususnya penyedia kebutuhan perpipaan, yang dalam proses produksinya
dimungkinkan adanya kondisi-kondisi yang membahayakan dan memicu
terjadinya kecelakaan kerja Untuk itu perlu diketahui bagaiamana cara
mengatasi kecelakaan kerja pada perusahaan dan bagaimana mengidentifikasi
tingkat resiko yang akan terjadi serta bagaimana cara mengurangi dampak dari
resiko tersebut.
Metode yang digunakan untuk menganalisis program K3 adalah dengan
mengukur tingkat frekuensi kecelakaan dan tingkat keparahan serta
membandingkan tingkat frekuensi dengan STS, kemudian melakukan analisis
manajemen resiko yaitu mengidentifikasi bahaya, pengukuran resiko dan
pengendalian resiko.
Dari hasil analisis manajemen resiko diperoleh 10 bahaya potensisal yang
terjadi di bagian Produksi di PT. Teknik Utama yaitu luka, iritasi mata, tergores,
luka bakar, tersayat, tersengat listrik, memar, iritasi kulit, patah tulang ringan,
dan terkilir. Tingkat frekuensi kecelakaan pertahun pada tahun 2004 terjadi 39,
pada tahun 2005 terjadi 28, pada tahun 2006 terjadi 45, pada tahun 2007 terjadi
38, pada tahun 2008 terjadi 43, pada tahun 2009 terjadi 29. Nilai STS dari tahun
2004-2009, nilai STS tahun 2004-2005 adalah - 0,299492 x 106, nilai STS pada
tahun 2005-2006 adalah 0,641304 x 106, nilai STS tahun 2006-2007 adalah -
0,169977 x 106, nilai STS tahun 2007-2008 adalah 0,154255 x 106, nilai STS
tahun 2008-2009 adalah 0,343317 x 106,Penyebab utama dari potensi bahaya
tersebut adalah kondisi tidak aman dan perilaku bahaya. Untuk mengurangi
dampak yang ditimbulkan dari resiko tersebut bisa dilakukan dengan
pengendalian beberapa Penanggulangan dampak kecelakaan pada bagian
produksi di PT. Teknik Utama memberi pengarahan pelatihan dan penyuluhan
dan memberi alat perlindungan keselamatan diri seperti Alat perlindungan diri
boiler suits, kacamata, masker, sarung tangan dan helm perlindungan kepala,
safety shoes.
.
Kata kunci : Manajemen Resiko, STS, Bahaya Produksi, Frekuensi kecelakaan
|