ABSTRAK :
Perkembangan teknologi dalam bidang penerbangan tanpa awak, khususnya
UAV, telah mengalami kemajuan pesat dalam beberapa dekade trakhir. UAV telah
digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi, mulai dari pemantauan dan survei,
hingga pengiriman barang dan misi militer. Salah satu inovasi terkini dalam desain
UAV adalah sayap kepak yang menyerupai burung, yang menawarkan potensi
untuk meningkatkan aerodinamis dan manuverabilitas. Penelitian ini berfokus pada
uji terbang pesawat NSA-23. Dimana uji terbang ini berfokus untuk mengukur
parameter ketinggian dan lama terbang pesawat NSA-23, menggunakan
perbandingan tinggi pohon dalam gambar UAV berada pada ketinggian 14,02 m
dari permukaan tanah, nilai ini adalah estimasi kasar yang dapat digunakan. Maka
dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil uji terbang pesawat NSA-23 yang memiliki
bentang sayap sebesar 1,04 m, dan berat 388,9 gram, mampu melakukan
penerbangan selama 6 detik dengan ketinggian kurang lebih 14,02 m dari
permukaan tanah. Hasil ini membuktikan bahwa uji terbang telah memenuhi
parameter teknis yang telah direncanakan, meskipun masih diperlukan evaluasi dan
penyempurnaan pada beberapa aspek seperti kesetabilan kontrol dan efesiensi
aerodinamika.
Kata kunci : pesawat tanpa awak, uji terbang, sayap kepak
|