ABSTRAK :
Sistem pengereman (brake system) merupakan komponen vital dalam
operasi pesawat yang berperan penting dalam keselamatan penerbangan, terutama
saat landing, taxi, dan parking. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
perawatan brake disc dan brake pad pesawat Cessna Caravan 208 di PT AMA
menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Data penelitian
diperoleh melalui pengumpulan maintenance log dan technical logbook selama
periode 3 bulan, serta observasi langsung terhadap prosedur perawatan brake
system.
Hasil analisis FMEA menunjukkan bahwa brake pad dengan failure mode \"Pad
Material Degradation\" memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar
108 (Severity 9, Occurrence 4, Detection 3), diikuti oleh master cylinder dengan
failure mode \"Piston Seal Failure\" dengan RPN 105. Data kegagalan menunjukkan
distribusi terbesar pada brake pad (42,9%) dan brake disc (28,6%) dari total 7
kegagalan selama periode penelitian. Nilai Mean Time Between Failures (MTBF)
yang diperoleh adalah brake pad 105,0 jam (kategori Warning), brake disc 156,0
jam (kategori Good), master cylinder 312,0 jam (kategori Good), dan brake caliper
312,0 jam (kategori Good).
Berdasarkan kategorisasi nilai RPN, semua komponen brake system termasuk
dalam kategori kegagalan sedang (61-900), yang memerlukan prioritas penanganan
tinggi dalam program maintenance. Penelitian ini mengidentifikasi mode kegagalan
kritis meliputi pad material degradation, piston seal failure, internal leakage, dan
excessive pad wear yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan.
Rekomendasi yang diberikan adalah implementasi maintenance berbasis RPN,
peningkatan frekuensi inspeksi untuk komponen dengan nilai RPN tinggi, dan
perubahan strategi perawatan dari on-condition menjadi preventive maintenance
untuk meningkatkan reliabilitas sistem pengereman.
Kata kunci: Brake system, Cessna Caravan 208, FMEA, RPN, MTBF
|