ABSTRAK :
Pembentukan es (icing) pada airframe pesawat dapat menurunkan performa
aerodinamis dan membahayakan keselamatan penerbangan. Pesawat ATR72 dilengkapi
dengan sistem airframe deicing yang berfungsi untuk mencegah dan menghilangkan
akumulasi es pada permukaan kritis pesawat. Namun, dalam operasionalnya masih sering
ditemukan indikasi Airframe Deicing Fault yang berpotensi mengganggu keselamatan dan
efisiensi penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab terjadinya
permasalahan airframe deicing pada pesawat ATR72 menggunakan metode Fault Tree
Analysis (FTA). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data
yang diperoleh dari pilot report, maintenance report, serta data e-MRO Batam Aero Technic
pada periode tahun 2024–2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat dua penyebab
utama terjadinya Airframe Deicing Fault, yaitu kerusakan pada deicer boot dan gangguan
pada dual distributor valve. Analisis FTA mengidentifikasi empat kejadian dasar (basic
event), yaitu deicer boot sobek atau bocor, deicer boot tidak elastis, dual distributor valve
dalam kondisi stuck closed, serta permasalahan pada electrical connector dual distributor
valve. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, direkomendasikan penerapan preventive
maintenance berupa inspeksi rutin, pembersihan dan pengaplikasian prenite graphite pada
deicer boot, pelatihan teknisi, serta evaluasi dan koordinasi dengan produsen. Diharapkan
hasil penelitian ini dapat meminimalkan risiko kegagalan sistem airframe deicing dan
meningkatkan keselamatan penerbangan pesawat ATR72.
Kata kunci: Airframe Deicing, ATR72, Fault Tree Analysis, Deicer Boot, Dual Distributor
Valve
|