ABSTRAK :
Perkembangan teknologi drone First Person View (FPV) yang membutuhkan transmisi
video dan kendali secara real time membuat sistem ini sangat bergantung pada
kestabilan konektivitas nirkabel, sehingga rentan terhadap serangan seperti
deauthentication, spoofing perintah, dan hijacking pada link WiFi antara drone dan
gawai pengendali. Kerentanan ini berpotensi menyebabkan hilangnya kendali,
gangguan manuver, hingga terhentinya operasi drone, khususnya pada skenario kritis
seperti pemantauan kebencanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan
metode Knowledge, Understanding, Assessment, Defense (KUAD) sebagai pendekatan
mitigasi serangan pada drone FPV berbasis mikrokontroler ESP32, mengidentifikasi
karakteristik serangan yang memengaruhi kestabilan kendali, serta mengevaluasi
kelemahan metode pengamanan yang digunakan. Metodologi yang diusulkan meliputi
perancangan dan perakitan prototipe drone FPV 5 inch berbasis ESP32, pengembangan
sistem kendali berbasis web melalui access point internal, serta penerapan tahapan
KUAD (Initiation, Acquisition, Execution, Mitigation, dan Disposition) pada skenario
serangan terkontrol menggunakan adaptor WiFi TL‑WN722N, iPerf3 untuk
pengukuran throughput, jitter, dan packet loss, serta Wireshark untuk validasi lalu lintas
jaringan. Pengujian sebanyak 30 kali menunjukkan bahwa serangan deauthentication
dan hijacking menyebabkan peningkatan jitter dari kisaran sekitar 0,6–1 ms menjadi
lebih dari 2–3 ms, disertai kenaikan packet loss hingga di atas 60–80% dan penurunan
bitrate secara signifikan, yang berdampak langsung pada gangguan kendali drone.
Penerapan logika mitigasi berbasis metode KUAD melalui mekanisme failsafe,
penguncian alamat IP pilot, dan dukungan dua pilot (pilot utama dan pilot cadangan)
memungkinkan pemulihan kendali setelah pembajakan dengan karakteristik jaringan
yang kembali mendekati kondisi sebelum serangan. Hasil ini menunjukkan bahwa
metode KUAD dapat digunakan sebagai pendekatan mitigasi yang efektif,
komputasinya ringan, dan cukup responsif untuk mengurangi dampak serangan pada
drone FPV berbasis ESP32, meskipun masih terbatas pada skenario uji jarak pendek,
area terbatas, dan jenis protokol tertentu.
Kata kunci: drone FPV, ESP32, hijacking, mitigasi serangan, metode KUAD
|