ABSTRAK :
Serat abaka merupakan serat alam yang memiliki potensi besar sebagai bahan penguat
komposit untuk aplikasi struktural ringan, khususnya di bidang kedirgantaraan. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh orientasi serat abaka 0° dan 90° terhadap
kekuatan tarik komposit dengan matriks resin epoksi dengan fraksi volume serat abaka 50%
dan 50% matriks pengikat. Spesimen komposit dibuat dengan dua variasi orientasi serat
berdasarkan ASTM D3039/D3039M-07, yaitu sejajar (0°) dan tegak lurus (90°) terhadap
arah pembebanan, kemudian dilakukan pengujian tarik untuk mengevaluasi karakteristik
mekaniknya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa orientasi serat memberikan pengaruh
yang sangat signifikan terhadap kekuatan tarik dan kekakuan komposit. Spesimen dengan
orientasi serat 0° menghasilkan nilai kekuatan tarik rata-rata sebesar 102,5143 MPa dan
modulus elastisitas rata-rata 902,3127 MPa, sedangkan spesimen dengan orientasi serat 90°
hanya menghasilkan kekuatan tarik rata-rata sebesar 4,9723 MPa dengan modulus elastisitas
76,5745 MPa. Perbedaan ini disebabkan oleh peran serat pada orientasi 0° yang sejajar
dengan arah pembebanan sehingga mampu menahan beban tarik secara optimal, sementara
pada orientasi 90° beban lebih banyak ditahan oleh matriks dan antarmuka serat–matriks.
Analisis kegagalan menunjukkan bahwa orientasi 0° didominasi oleh kegagalan serat berupa
patahan tarik dan delaminasi, sedangkan orientasi 90° didominasi oleh kegagalan matriks.
Hasil penelitian ini menegaskan bahwa orientasi serat abaka sejajar arah pembebanan
memberikan performa tarik yang lebih baik.
Kata Kunci: serat abaka, resin epoksi, kekuatan tarik, orientasi serat
|