ABSTRAK :
Aluminium 5052 merupakan material yang banyak digunakan pada industri
kedirgantaraan karena memiliki ketahanan korosi yang baik serta sifat mampu
bentuk yang tinggi. Namun, penyambungan aluminium 5052 menggunakan metode
pengelasan cair konvensional berpotensi menimbulkan cacat las. Oleh karena itu,
Friction Stir Welding (FSW) digunakan sebagai metode alternatif karena
merupakan proses pengelasan fase padat. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh variasi plunge depth dan kecepatan rotasi tool terhadap
kekuatan tarik dan kekerasan sambungan FSW aluminium 5052. Metode penelitian
yang digunakan adalah metode eksperimental dengan proses pengelasan
menggunakan mesin milling. Variasi parameter meliputi plunge depth 4,0 mm dan
4,5 mm serta kecepatan rotasi 1934 rpm dan 2339 rpm. Pengujian mekanik
dilakukan melalui uji tarik berdasarkan standar ASTM E8/E8M dan uji kekerasan
Brinell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi parameter FSW berpengaruh
signifikan terhadap sifat mekanik sambungan. Kekuatan tarik tertinggi sebesar
92,33 MPa diperoleh pada kondisi X2, yang menunjukkan kualitas sambungan
paling optimal. Sementara itu, nilai kekerasan tertinggi sebesar 6,33 HB diperoleh
pada parameter dengan kecepatan rotasi lebih tinggi. Peningkatan kekerasan pada
zona stir dipengaruhi oleh rekristalisasi dinamis yang menghasilkan struktur butir
lebih halus. Pemilihan parameter FSW yang tepat sangat menentukan kualitas
sambungan aluminium 5052.
Kata Kunci: Friction Stir Welding, Aluminium 5052, Plunge Depth,
Kecepatan Rotasi, Kekuatan Tarik, Kekerasan Brinell.
|