ABSTRAK :
RSUD Jayapura adalah rumah sakit rujukan utama di Papua yang memiliki peran
penting dalam pelayanan Kesehatan masyarakat. Pengelolaan limbah B3 pada pusat
Kesehatan telah diatur dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun
2014 tentang pengelolaan limbah berbahaya dan beracun. Pengelolaan limbab di RSUD
Jayapura saat ini masih menghadapi berbagai kendala sperti kurangnya pemisahan limbah
berdasarkan jenisnya, keterbatasan sarana dan prasarana penyimpanan, serta kurang
optimalnya sistem monitoring dan evaluasi pengelolaan limbah. Hal ini bisa di lihat degan
terjadinya kecelakaan tenaga medis yang terkena limbah B3 seperti tertusuk jarum suntik
dan paparan limbah infeksius.
Root Cause Analysis (RCA) merupakan metode kualitatif yang digunakan untuk
mengidentifikasi masalah. Metode ini digunakan pada penelitian ini untuk menganalisis
ketidaksesuaian pengolahan limbah B3 yang menyebabkan banyak kendala dan kecelakaan
pada tenaga medis di RSUD Jayapura.
Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa proses pengelolaan limbah medis
B3 yang dilakukan di RSUD Jayapura belum sesuai dengan parlemen LHK No 56 Tahun
2015. Pengurangan dan pemilahan limbah adalah hal penting dalam proses pengelolaan
limbah medis B3. Dan juga didapatkan hasil faktor penyebab utamnya dari permasalahan di
RSUD Jayapura dalahan kurangnya kepatuhan dan kesadaran staff terhadap Standar
Operasional Prosedur (SOP), khususnya dalam pemilahan limbah tajam dan penggunaan
APD. Masalah ini juga diperburuk oleh fasilitas yang tidak memadai, seperti ketersediaan
safety box yang kurang, serta lemahnya pengawasan dan komitmen manajemen.
Kata Kunci: Limbah B3, Pengelolaan Limbah, Root Cause Analysis (RCA), RSUD
Jayapura, Kecelakaan Kerja.
|