ABSTRAK :
Engine Bleed Air adalah sistem pneumatic yang menyalurkan udara panas bertekanan
tinggi untuk kebutuhan user penggunanya diantaranya Engine Starting Sistem, Air
Conditioning Sistem, Cabin Pressurizing Sistem, Anti Icing Sistem, Hydraulic Reservoir
Pressurizing Sistem, Nitrogen Generating Sistem, Water dan Waste Tank Pressurizing Sistem.
Engine Bleed Air Sistem adalah merupakan salah satu sistem utama dalam pesawat yang
harus selalu dalam kondisi serviceable dan beroperasi normal apabila pesawat akan
terbang. Komponen tersebut terdiri dari Pressure Regulating Shutoff Valve (PRSOV), Bleed
Air Regulator (BAR), High Stage Valve (HSV), High Stage Regulator (HSR), Precooler
Control Valve (PCCV), PCCV sensor 390 dan 450 Thermostat Dimana jika mengalami
kegagalan dalam fungsinya akan berdampak langsung pada keselamatan pesawat dan
operational penerbangan. Pada tugas akhir ini penulis akan menganalisa Tingkat kegagalan
kinerja sistem dalam mengatur temperatur dan pressure yang disalurkan oleh bleed air sistem
terutama kasus engine bleed trip yang dapat menyebabkan terputusnya aliran udara terhadap
sistem pengguna dan mempengaruhi kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
presentase kebutuhan penggantian komponen utama pada sistem engine bleed air dengan
metode Fault Tree Analysis (FTA) Dimana pengumpulan data primer yang bersumber dari
database perawatan pesawat dan wawancara. Hasil dari analisa menunjukkan beberapa
tingkat permasalahan diantaranya “Bleed Trip Light illuminate” menjadi tingkat kegagalan
tertinggi dengan jumlah kegagalan 52 kasus selama 12 bulan yang mana presentase
penggantian komponen utama adalah sensor thermostat 390 (42,3%), Precooler control valve
(19,2%), Pressure Regulating Shutoff Valve (11,5%), dan Bleed Air Regulator (7,7%).
Komponen lainnya mencakup sisa presentase.
|