ABSTRAK :
Aliran dua fasa banyak dijumpai pada berbagai proses industri dan teknologi, termasuk
sistem panas bumi. Pola aliran, pressure drop, dan water holdup pada pembentukan aliran dua
fase merupakan parameter penting yang mempengaruhi efisiensi dan keamanan sistem panas
bumi. Penelitian ini menggunakan simulasi CFD dengan pendekatan 3D. Diameter bagian
dalam pipa disetel menjadi 26 mm, dan panjangnya disetel menjadi 1000 mm. Kecepatan
permukaan uap (𝐽𝑠
) berkisar antara 6 hingga 30 m/s, dan untuk air (𝐽𝑤) dari 0,02 hingga 0,2
m/s. Kondisi operasi pada suhu 443,15 K dan tekanan 791 kPa. Validasi dilakukan dengan
membandingkan hasil simulasi dengan data eksperimen. Temuan menunjukkan bahwa pola
aliran, pressure drop, dan water holdup dipengaruhi secara signifikan oleh kecepatan superfisial
uap dan air. Pola aliran yang diamati pada penelitian ini meliputi aliran stratified flow, stratified
wavy flow, dan mist flow. Selain itu, hasilnya menunjukkan bahwa pressure drop dan water
holdup (pada 𝐽𝑤 tetap) meningkat seiring dengan peningkatan 𝐽𝑠
. Pendekatan 3D memberikan
hasil yang lebih realistis. Penelitian ini berkontribusi dalam meningkatkan kualitas desain dan
mengoptimalkan pengoperasian sistem panas bumi.
|